Mencium Aroma dari Aroma Karsa

Lanjut membaca, oke, jadi saya sedang membaca buku yang judulnya adalah “Aroma Karsa” karya Dee Lestari. Inget banget deh dulu sepertinya saya suka baca-baca novel begini jaman SMA. Sekian lama tidak membaca novel ternyata selera saya juga sudah mulai bergeser. Awalnya excited dan merasa tertarik banget saat membacanya. Mulai dari gaya penulisan, lalu banyaknya informasi-informasi baru yang bisa di dapat dari membaca buku ini, kekayaan bahasa yang dimiliki si penulis mampu menyenangkan hati pembacanya.

Hanya saja yaa, namanya juga novel pasti ada bumbu nya. Nah ternyata selera saya sudah tidak begitu senang mengecap rasa dari bumbu ini. Yang saya maksud di sini adalah bagian dari cerita bahwa.. bahwa ada tokoh wanita sebagai tokoh utamanya, Tanaya Suma. Tokoh wanita ini sudah punya kekasih, kemudian baru bertemu dengan tokoh utama laki-laki, Jati Wesi.

Huftt, mulai lah ada percikan-percikan api asmara diantara Suma dan Jati. Kenapa sih harus begitu, kenapa tidak membiarkan sepasang kekasih yang sudah bersama agar adem tenteram. Bahkan biarpun ini sebuah novel, apakah tidak bisa mempertimbangkan unsur keharmonisan sebuah jalinan kasih mereka?

Eiitss tapi secara keseluruhan ceritasaya suka buku ini. Ide ceritanya menarik, memadukan berbagai unsur petualangan, sejarah, cerita rakyat, keluarga dan cinta. Misteri tentang sebuah wangi tunggal dari sebuah bunga yang dikatakan memiliki kekuatan dahsyat dan mampu mengubah dunia, serta tercatat dalam sejarah Kerajaan Majapahit dengan sukses menjadi daya tarik yang memikat. Puspa Karsa, begitu nama bunga itu disebutkan berulang-ulang dalam buku ini. Merupakan perwujudan semacam dewa-dewi yang menampakkan dirinya dalam bentuk bunga.

Kepentingan seorang wanita bernama Raras Prayagung membulatkan tekat memberangkatkan sebuah tim ekspedisi dengan jumlah orang yang sedikit. Berangkat menuju suatu lokasi yang tertuliskan dalam sebuah lontar dan prasasti sejarah, menuju satu lokasi yang sering kita dengar, Gunung Lawu. Gunung yang walaupun sudah ramai dikunjungi oleh para pendaki, namun dikenal masih memiliki seribu misteri di dalamnya.

Berangkat dari rasa penasaran terkait misteri yang berada di Gunung Lawu dan didukung kemampuan si penulis dalam penuturannya yang runtut dan begitu jelas. Mengantarkan sekaligus mengikat saya untuk terus meneruskan membaca hingga pada halaman terakhir cerita ini dituliskan. Misteri yang tertuang dan secara perlahan mulai terlihat membuat hati pembaca merasakan sensasi gemas. Hahaha. Apakah hanya saya atau pembaca yang lain juga merasakan hal yang sama?

Sesuai dengan judulnya, cerita dalam buku ini sendiri mengangkat ide cerita mengenai aroma, kemampuan membaui. Seperti demikianlah yang disampaikan sang penulis di bagian belakang buku ini. Anyway dari pada penasaran seperti apa sih ceritanya, langsung cari buku nya dan bacalah. Selamat membaca, love.

Thankyou Aroma Karsa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s