Baca Buku si Penunggang Ombak, Ocean Melody.

Hari ini tgl 14 desember 2018 aku baru saja menyelesaikan (membaca) bukunya kak Gemala, Ocean Melody judulnya. bercerita tentang pengalaman-pengalaman dia melakukan surfing dan menunggangi ombak-ombak. Beberapa hal sederhana yang mungkin cerita seperti ini mudah membuat bosan. Sempat berfikir ending seperti apa yang akan disuguhkan buku ini, akan kah menjemukan dan datar. Nyatanya, aku menyukai bagian akhirnya, bagaimana ia menutup cerita yang dia suguhkan. Sederhana namun menginspirasi.

Cover book, gemes yaa.

Loh kok tau-tau jadi cerita endingnya doang ya? Hehehe.. jadi nih ceritanya menarik buat aku yang memang cinta air laut. Tuh kan, jadi kangen banget main slulup-slulup di air laut, panas matahari yang terik menjadi tak apalah, nikmati saja! Perpaduan pasir pantai yang putih, air laut yang masyaAllah alangkah jernihnya, panas matahari yang walaupun menyengat tapi sukses bikin happy, belum lagi pemandangan bawah lautnya yang aduhai. Aku bersyukur banget, pakai banget.

Hemm, tapi di buku ini yang dibahas adalah surfing, bukan diving seperti yang ku lakukan, hehe. Menarik banget sih, bagaimana kak Gemala menyampaikan mulai dari proses belajar, konsisten latihan, mulai memasuki dunia pekerjaan dan surfing menjadi bagian dari hembusan nafas dan hidupnya. Belum lagi, cara dia menggambarkan berbagai macam jenis ombak yang dia temui dan tunggangi. Sebenarnya saya yang penyelam dan menyukai air tenang, jelas saja takut mendengar betapa bergejolak nya tempat dia bermain. Tapi anehnya mampu membuat saya penasaran, walaupun sepertinya masih lebih besar rasa takut nya, hanya saja jika memang datang kesempatan itu di depan mata, yaa akan tetap dicoba juga. Apa yang salah dari mencoba, yakan?

Doi juga cerita-cerita tentang tempat-tempat surfing paling jempolan di Indonesia. Diantaranya, Cimaja di Jawa Barat, lalu Nembrala, Pulau Rote, Nias, Bali, Lombok, dan pantai Srau di daerah Pacitan. Wah sempat juga katanya ikut kompetisi di dalam kondisi ombak yang pecah gila-gilaan.

Mengikuti cerita dan baca jengkal demi jengkal, seperti apa perasaan yang dirasakan ketika kak Gemala. Yang seorang profesional surfer saja sebenarnya selalu mengalami ketakutan. Disetiap ombak dan tempat-tempat baru yang dia kunjungi, pada setiap kompetisi yang dia ikuti, pada tekanan-tekanan pekerjaan yang mengharuskannya mengambil ombak dengan proporsi yang tepat. Ternyata masih dan selalu diikuti perasaan takut. Perasaan yang menyelinap perlahan tetapi pasti. Aku mendadak jadi teringat kalau selalu nervous juga ketika menunggu waktu diving. Entah kenapa ada seperti perasaan takut, mual, ter-intimidasi. Apaan ya, kenapa ada perasaan ter-intimidasi segala coba? Hahaha.

Hal paling menarik dari membaca buku seperti ini tuh, kita jadi menemukan atau bisa dibilang mendapati diri kita mulai merasa berapi-api. Perasaan berapi-api, walau kecil namun muncul terus. karena terpacu untuk mampu melakukan dan memiliki semangat juang serupa seperti apa yang dikisahkan di dalam buku tersebut. Yasudah begitu dulu deh ceritanya, monggo dibaca sendiri. Menarik dan menginspirasi. Love.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s